Kemacetan Lalulintas di Indonesia (1)

Macet240710
Kepadatan Lalulintas di Jakarta (Foto: repoblika.co.id)

Fenomena kemacetan lalu lintas seolah menjadi momok tersendiri dan semakin tidak mengenal waktu. Masalah lalu lintas terutama kemacetan bahkan sudah menjadi masalah global yang berefek kerugian ekonomi serta kesehatan pada manusia. Dalam portal berita online (uniqpost.com 30/08/2011) sudah memberitakan sepuluh kota besar dengan tingkat kemacetan terparah di dunia. Urutan pertama pada tahun 2011 ditempati kota Sao Paolo (Brasil) disusul kemudian Mumbai (India), Cairo (Mesir), Bangkok (Thailand) dan Jakarta menempati posisi ke-lima, selanjutnya ada kota Moscow (Rusia), Manila (Filipina), Shanghai (China), Mexico City dan terakhir ada kota Caracas (Venezuela).

Kesepuluh kota besar tersebut masing-masing dengan karakteristik permasalahan lalu lintas yang berbeda-beda, dari faktor cuaca di Moscow, bencana di Mumbai sampai pada faktor kondisi infrasruktur jalan dan faktor perilaku lalu lintas di Indonesia. Namun yang mengejutkan adalah artikel David Thorpe pada 9 April 2015 yang berjudul “Which city has the world’s worst traffic jams?”, menempatkan dua kota di Indonesia yakni Jakarta dan Surabaya termasuk dalam sepuluh kota terburuk berdasarkan pada indeks terjadinya stop-starts di jalan tiap kendaraan dalam setahun, (www.agenda.weforum.org). Artinya, dalam kurung waktu empat tahun kta mengalami kemunduran dalam hal penanganan masalah traffic jams.

Jika kita melihat Indonesia, terutama kota Jakarta misalnya, dari data Polda Metro Jaya jumlah kendaraan yang ada di kota Jakarta pada tahun 2014 sebanyak 17.523.967 unit, dengan pertumbuhan sekitar 12-13 persen dari tahun sebelumnya, dimana jumlah kendaraan januari s/d desember 2013 sebanyak 16.043.689 unit, meningkat 9,8 persen dari tahun 2012 yang mencapai  14.618.313 unit, dengan rata-rata kemacetan terjadi antara pukul 07.00-11.00 (pagi) dan 16.00-22.00 (malam) (Polda Metro Jaya, Nurhadi Yuwono 3/1/2014 tribunnews.com). Sementara peningkatan kapasitas jalan hanya mencapai kurang lebih satu persen pertahun. Selain Jakarta, kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar tak luput dari persoalan lalulintas yang serupa, bahkan beberapa kota lain seperti Manado, Yogyakarta mulai “terjangkit penyakit” yang sama.

Kemacetan lalu lintas secara teoritis terjadi manakala volume lalu lintas meningkat tanpa diikuti dengan peningkatan penyedian kapasitas jalan, diman arus lalu lintas melebihi kapasitas jalan yang tersedia, hal ini mengakibatkan peningkatan derajat kejenuhaan lalulintas (Deegre of Saturation).

Pada dasarnya, ada tiga komponen dalam kegiatan berlalu lintas yaitu manusia sebagai pengguna, kendaraan dan jalan yang saling berinteraksi. Manusia sebagai pengguna berperan sebagai pengendara (pengemudi) maupun pejalan kaki. Dalam kondisi normal, manusia sebagai pengguna jalan memiliki kemampuan dan kesiagaan yang berbeda-beda tergantung konsentrasi, waktu reaksi dan lain-lain.

Selain komponen manusia, kendaraan sebagai komponen lain mempunyai karakteristik antara lain kecepatan, percepatan/perlambatan, dimensi dan muatan/beban yang membutuhkan ruang dan waktu yang cukup untuk dapat bermanuver dalam lalu lintas, namun faktor manusia ikut berperan di sini.

Komponen lain yakni infrastruktur jalan, jalan merupakan lintasan yang dilalui kendaraan dan manusia dalam melakukan pergerakan. Hal ini menyebabkan jalan didesain untuk mampu mengalirkan arus lalu lintas dan serta mampu mendukung beban muatan sumbu kendaraan.

Ada pernyataan menarik dari seorang Peter Yan (Magister Lulusan Jerman) yang terpaksa berprofesi sebagai sopir taksi di Jakarta, bahwa kemacetan itu terjadi karena kita sebagai pengendara keseringan menginjak rem (lihat di sini). Artinya, ada persoalan yang memicu kenapa kendaraan berhenti ditengah jalan, rusaknya jalan, banjir, kendaraan mogok dan lain-lain. Ada persoalan mendasar yang menjadi pemicu terjadinya kondisi tidak seimbangnya kapasitas dengan volume laulintas (kemacetan).

Selanjutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.