Problematika Lalulintas di Perkotaan

20160306_180951-1
Komposisi dan Pergerakan Lalulintas di Makassar (Sumber: Koleksi Pribadi)

Inti dari persoalan kemacetan lalilintas jalan raya di perkotaan selain tidak seimbangnya antara kapasitas jalan, bsik ruas maupun simpang adalah ketidak teraturan pergerakan kendaraan di jalan. Hal ini disebabkan oleh type kendaraan dan kecepatan yang bervariasi. Motif kepemilikan kendaraan dengan tipe dan ukuran yang berbeda merupakan dorongan tingkat kebutuhan dan strata ekonomi yang berbeda membentuk varian pola pergerakan kendaraan.

Secara teoritis terdapat 4 jenis alih gerak kendaraan yang terjadi pada simpang maupun ruas jalan yakni berpencar (diverging), bergabung (merging), berpotongan (crossing), dan jalinan (weaving).

Kemudian, bagaimana meredesain pola pergerakan yang notabene terbentuk atas inisiatif masing2 pengendara tersebut? Atau bagaimana mengatur pola pergerakan kendaraan yang semrawut tersebut? Untuk menjawab pertanyaan diatas, ada beberapa hasil riset yang layak kita renungkan. Pertama, menurut Amir (2011) bahwa, terjadinya tindak menyimpang pengguna jalan adalah adanya penyakit “gagap” aturan atau ketidak cakapan sebagian pengguna jalan terhadap norma lalulintas. Sebagian responden dari penelitian itu menunjukkan bahwa, sebagian besar mereka tidak tahu atau tidak familiar dengan rambu-rambu lalulintas yang ada. Artinya, ada persoalan mendasar sebelum sampai pada level paham dan sadar terhadap norma-norma berlalulintas.

Mengatur perilaku orang per orang di jalan memang merupakan pekerjaan yamg tidak mudah, akan tetapi upaya menyamakan perspektif tentang perlunya keteraturan dalam berperilaku agar menguntungkan banyak pihak dan untuk kepentingan bersama bukan hal mustahil dilakukan. Sebagai contoh, memberikan pemahaman pentingnya berhenti, menurunkan penumpang dan parkir pada drop area atau/dan pada area parkir bukanlah hal yang sulit selama fasilitas-fasilitas dengan standar keamanan dan kenyamanan tersebut tersedia. Mengarahkan pengendara untuk tidak melewati batas kecepatan, tidak menyalip satu sama lain, dan tidak melakukan pergerakan yang berpotensi konflik, tidaklah sulit selama selama rambu, markah jalan dan fasilitas perlengkapan jalan lainnya tersedia dan berfungsi optimal.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah bangunan pelengkap jalan, fasilitas parkir dan area menurunkan/menaikkan penumpang bagi angkutan umum dan pribadi sudah tersedia layak atau tidak?. Kalau memang tersedia, upaya selanjutnya adalah sosialisasi, optimalisasi dan pembiasaan menggunakan fasilitas pelengkap jalan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan. Tapi, apabila instrumen-instrumen tersebut tidak tersedia, maka keteraturan berlalulintas di jalan otomatis susah dibentuk.

Selain teknis, unsur manusia dari tiga komponen utama dalam sistem transportasi perlu mendapat perhatian serius. Orang-orang sebagai pembuat kebijakan transportasi secara keseluruhan harus menyadari diri. Orang yang berada dalam sistem terciptanya infrastruktur yang secara teknis baik, wajib paham bahwa perilaku di jalan raya, juga dipengaruhi banyak oleh kualitas jalan dan pelengkapnya. Layak tidaknya sarana transportasi, juga melalui proses yang uji laik jalan yang mana juga dikendalikan oleh manusia di sana. Demikian pula manusia sebagai pengguna jalan.

Untuk itu, membangun harapan terciptanya lalulintas bebas macet, perlu dimulai dari membangun manusia-manusia dari tiga komponen transportasi (prasarana, sarana dan pengguna). Dalam hal ini sistem pendidikan punya peranan penting. Membangun karakter manusia yang senangtiasa berperilaku posistif dimulai dengan membangun pola pikirnya, sikap, serta kebiasaan-kebiasaannya yang positif pula. Agak keliru manakala ketaatan dibangun dengan dasar ancaman denda, tilang, label dosa maupun hukuman lain.

Kesepahaman akan sesuatu yang positif harus bersumber dari tatanan yang bisa dipahami dan disepakati bersama, bukan standar baik buruk dari masing-masing individu. Harapan semestinya dibangun beriringan dengan kebijakan yang terkonsep, tindakan atau usaha nyata yang terencana.

Makassar, 7/3/2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.