Sex Before Married

Screenshot_2016-08-28-19-52-41-1-1
Sex Pra Nikah (Gambar: okezone.com)

“Sex Sebelum Nikah”, begitulah seorang blogger mengawali catatannya dalam bahasa yang lain. Entah inspirasi dari mana, mbak VA saya memanggilnya dalam percakapan maya kami. Seorang perempuan Indonesia yang terkesan cukup ‘berani’ namun jujur menyajikan tema yang relatif jarang dibahas. Saya sendiri tidak bisa memastikan bahwa ini true story ataukah ini murni fiksi, tapi apapun itu yang dipaparkan seolah suatu pergolakan asmara dalam sengketanya dengan paradigma kekinian.

Secara mutu mungkin tulisan ini terkesan jauh dari kaidah-kaidah penulisan baku, sehingga sama sekali tidak layak menjadi inspirasi ataupun acuan. Namun, tulisan dengan pendekatan biografi yang memasukkan unsur-unsur personal berhasil menyelamatkan tulisan tersebut dari klise yang kelewatan. Digali dari kehidupan yang sepertinya nyata dan sifatnya tabu, tulisan apik nan lugas dari mbak cantik ini selalu menarik dan menggugah selera banyak pembaca.

Tidak banyak yang bisa seberani mbak VA, kita dengan budaya timur yang kental, teramat tabu walau hanya untuk sekedar bercerita hal seperti ini, apatah lagi ini menyangkut diri pribadi. Namun, apakah kita secara umum juga tabu untuk tidak melakukannya diam-diam apabila tema dewasa ini dibawa dalam konteks yang nyata? Sebagaimana mbak VA mengakhiri tulisannya dengan permohonan maaf sebesar-besarnya, izinkan saya dengan ucapan yang sama, jika sekiranya nanti sedikit banyak menggelitik sisi privasi anda, karena kali ini saya agak susah percaya itu.

Tak ada niat sedikit pun mendiskreditkan siapapun yang dulu maupun sekarang masih hobby berkumpul ala binatang (maaf), menjadikan tempat kost-an tidak sekedar sebagai tempat mengerjalan PR kuliah tapi juga sebagai tempat melampiaskan naluri muda. Juga tiada maksud memojokkan bapak-bapak, ibu-ibu, om dan tante sekalian yang sudah bau tanah (maaf) tapi belum juga puas dengan ‘menu’ di rumah, sehingga menjadi pembenaran untuk ‘doyan’ dengan sajian sekertaris atau asisten pribadi di kantor. Wahai sahabatku, saudara-saudaraku sekalian, apakah sekarang masih terlalu banyak kerjaan ‘lembur’ di kantor bersama rekan kerja yang ganteng atau cantik nan seksi itu? semoga saja jalan kerumah sudah tidak lagi jauh dan berbelok-belok, agar tidak adalagi tempat istirahat ditengah perjalanan pulangmu. Kita yang selama ini mengaku ‘ijo’, tidaklah ada gunanya habiskan energi hanya untuk memoles diri yang sebenarnya kelam dan merah berdarah-darah.

Argumentasinya mungkin adalah kita kaum muda yang masih dalam tahap pencarian hakikat kebenaran, tempatnya salah dan khilaf. Tapi kan persoalannya bukan pada posisi kita yang tidak boleh salah atau mengfonis dan bahkan menghukum diri pada penyesalan yang dalam akan kekeliruan. Akan tetapi, yang lebih penting dari semua itu adalah pengakuan pada tampilan diri, bukan malah memandang sinis serta memasang dada pongah seolah secara sadar mengajak berdebat hebat untuk mengukuhkan diri bahwa kita lebih suci dan boleh antipati pada orang-orang yang berani tampil tidak lazim seperti mbak VA.

Kalaupun anda tetap ngotot ingin mengatakan ‘tidak’, mohon kiranya untuk memikirkannya sekali lagi. Walaupun kita sebagai manusia punya hak untuk suka atau tidak suka pada apa dan siapa pun. Akan tetapi atas nama dan alasan itupula, kita sama sekali tak memiliki hak untuk menyesatkan bahkan menggolongkan seseorang ke dalam kafir laknatullah atas cara dan jalan keyakinan yang dipilih untuk menampilkan dirinya.

Oleh karena itu, maksud dari ini semua sekali lagi bukan mengajak untuk mengungkit masa lalu bahkan mengumbar aib dan seterusnya. Akan tetapi, mungkin ada baiknya kita beranjak dari kebiasaan lama yang suka bermain-main dengan ‘wajah’ Tuhan yang sifatnya simbolik, citra semu untuk kemudian bergeser ke kebiasaan yang sedikit jujur pada diri dan nurani. Ingat saudaraku, Tuhan sama sekali tak bisa ditipu.

Sekian!

Makassar, 20 Agustus 2016

5 thoughts on “Sex Before Married

  1. Wanita yang tampil tidak lazim. Ha ha ha ha

    Hidup itu indah saat tingkat kepalsuannya denga limit mendekati nol.

    Lagu Christina Aguilera yang Reflection cantik tuh buat latar baca artikel ini. ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.