Izinkan Saya Menemui Takdirku #1

fb_img_1475126317705
(Foto; Ikawati Karim, 2016)

Baru bangun dari mimpi di sore hari, tiba-tiba handphoneku berdering. Rupanya, seorang perempuan asal Takalar tapi “nakalah-kalah temanku yang bule’ karena nda mauki pake bahasa Indonesia. Ka bahasa Makassar lalomaki!, capek tonga kapang tiga bulan di sini ta’lipa-lipa terus lidahku”😁. Tapi saya tau niat baik perempuan hebat ini, dia lagi menguji kemampuan speakingku setelah sekian bulan meniggalkan tanah air tercinta. Unluckily, she said ur speaking still need to improve more and more. Ka bilang lalomaki masih jellek sekali, hehe.

Kemudian saya bercerita, pas pertama di sini saya terkena sindrom nervous dan kadang rada budek sehingga harus pasang telinga baek-baek pada saat temanku yang dari Amerika angkat bicara di kelas. Saking takutnya gagal paham atau kehilangan arah pembicaraan atau tidak nyambung. Meskipun, dengan sopannya mereka selalu bilang, kalau bahasa inggris kami excellent  sebagai negara yang mother langungenya bukan bahasa Inggris. Itu adalah bentuk semangat dan motivasi bagi kami agar lebih percaya diri.

Bertemu mereka adalah bagian dari guru privat informal sehari-hari khususnya speaking dan listening.  Pada saat harus tampil di depan untuk presentase, nyali mendadak ciut apalagi mereka yang harus tampil duluan. Tapi kemudian saya balik berpikir, pasti pemateri dan panitia ngerti kalau saya ini orang Asia dan mereka orang Amerika. Hal yang saya rasakan ini, ternyata juga dirasakan teman saya dari negara Asia yang lain.

Kami tiba-tiba jadi kehilangan seribu satu kata saat tampil di depan kelas padahal sudah latihan di depan cermin berkali-kali.  Komentar dari pemateri di kelas, beliau suka presntase yang saya tampilkan karena tematik dan selalu terkait dng basic ilmu saya pertanian. “but why you write too much on your slides?”, kata beliau diakhir komentar. Haruskah saya jujur bahwa itu saya lakukan supaya kalau kehabisan kata-kata saat tampil, itu saja yang kubaca?, hehe.. but practise makes perfect certainly. Insya Allah besok-besok ketemu siapapun, dan dari negarapun tidak akan nervous-nervous lagi. Pendengaran sudah mulai agak normal saat berhadapan dengan bule’ Amerika.

Oh ya, perempuan yang ‘maccala’ (rada mengejek) tadi namanya Yuliana Ali. Yang saya senangnya dari dia karena sering blak-blakan yang sifatnya membangun. Dari awal ketemu, saya sudah mencium aroma kehebatannya dalam berbahasa inggris untuk ukuran orang Takalar pada khususnya dan orang Indonesia pada umumnya. Oleh hal inilah, sehingga di usianya yang masih tergolong muda (cieh pasti senangmi kubilang masih muda 😊), telah berhasil menaklukkan negeri paman sam, negeri sakura dan sebentar lagi akan meninggalkan Makassar dan melenggang ke negeri yang masih rahasia katanya, yang kesemuanya dicover oleh beasiswa. Amiin (maaf ini bagian dari do’a).

Ya kami-kami adalah golongan hamba Allah yang sering memburu beasiswa,  secara belum punya cukup banyak duit untuk bisa injak kampunnya orang pake modal sendiri, apalagi harus stay lama dan belajar. Yuli ini juga yang selalu memicu api semangat yang sudah sempat padam, setelah sekian kali tertolak oleh sponsor.

Kali pertama kenal Yuli, pada saat kami sama-sama ikut english meeting di Masjid AL-Markaz Al Islami Makassar. Gampang sekali dikenal karena cerewetnya, hehe sorry to say. Saya menambahkannya dikontak bbm-ku, dengan segudang info beasiswa yang dia punya. Akhirnya kami sering chat-chat dan ta’bangkanya (terkejutnya) saya takkala mendengar kabar bahwa ia tak lama  lagi akan berangkat ke Amerika. Dia bilang, saya sering baca postingan-postingan scholarship hunter yang punya tulisan-tulisan tentang perjuangannya dapat beasiswa dan itu bisa jadi referensi buat kita-kita yang punya ketertarikan yang sama, alias mau juga lanjut sekolah tapi minim modal. 😊

Bersambung!!!

Taiwan, 24 September 2016

By: Ikawati Karim

2 thoughts on “Izinkan Saya Menemui Takdirku #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.