Pengantar Mekanika Tanah

Jalan dan perlengkapannya yang rusak akibat ketidak stabilan tanah dasar

Mekanika tanah adalah bagian dari geoteknik yang merupakan salah satu cabang dari ilmu teknik sipil, dalam bahasa inggris mekanika tanah biasa diistilahkan dengan soil mechanics atau soil engineering dan Bodenmechanik dalam bahasa Jerman.

Istilah mekanika tanah diberikan pertama kali oleh Karl von Terzaghi pada tahun 1925 melalui bukunya “Erdbau-mechanik auf boden physikalicher grundlage” yang artinya Mekanika Tanah berdasar pada sifat-sifat dasar fisik tanah. Secara fisik Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dar agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak terikat secara kimia satu sama lain (wikipedia.org).

Untuk lebih mudah memahami ilmu mekanika tanah ini, maka secara sederhana dengan model piramida terbalik (dari hal umum ke hal khusus) mengapa mekanika tanah menjadi penting dijabarkan pada penjelasan di bawah. Salah satu aspek yang jadi prioritas utama harus terpenuhi dalam bangunan baik bangunan transportasi (jembatan, jalan dll), bangunan gedung, bangunan air (bendungan, saluran dll) adalah terciptanya bangunan yang handal (kuat). Bangunan akan dikatakan handal apabila memenuhi syarat teknis berdasarkan analisa struktur atau disebut juga perhitungan mekanika rekayasa.

Dalam konstruksi baik bangunan jembatan maupun gedung, terdapat bagian struktur utama yang menenentukan kehandalan konstruksi yakni struktur atas (upper sructure) dan struktur bawah (sub structure). Untuk bangunan gedung (building) upper structure atau dalam istilah lainnya yaitu super struktur terdiri dari; kolom, balok, plat lantai, plat atap dan rangka kuda-kuda. Pada bangunan jembatan (bridge) upper steucture terdiri dari abutmen, pier, gelagar, dan rangka baja (untuk jembatan rangka baja). Sementara yang termasuk bagian sub structure pada bangunan jembatan maupun gedung adalah pondasi.

Sebagai bagian dari struktur bangunan dengan posisi paling bawah bangunan, maka pondasi sangat menentukanĀ  kekuatan atau kehandalan bangunan itu sendiri. Sementara kekuatan pondasi selain material pembentuknya, juga ditentukan oleh daya dukung tanah di bawah dan di sisi pondasi tersebut. Daya dukung tanah itu sendiri selain ditentukan oleh jenis, bentuk dan dimensi pondasi juga sangat ditentukan oleh sifat-sifat tanah baik sifat fisik maupun sifat mekanis. Sifat-sifat tanah tersebutlah yang akan dibahas dalam materi mekanika tanah.

screenshot_2016-11-09-12-04-55-1
Rumus daya dukung tanah

Dari persamaan di atas menunjukkan bahwa selain bentuk, dimensi dan kedalaman pondasi, daya dukung tanah sebagai parameter awal stabilitas bangunan sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah seperti berat volume tanah, sudut geser tanah dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya tentang sifat-sifat tanah terkait rumus, metode dan tahapan perhitungannya dapat dilihat pada buku-buku Mekanika Tanah atau pada contoh perhitungan yang ada pada tautan ini.

Sekian!

Catatan ini merupakan materi pengantar mata kuliah Mekanika Tanah pada Program Studi Teknik Sipil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.