Thanatophobia, Anxietas dan Kecemasan

Thanatophobia dalam istilah psokologi, anxiety bagi kalangan psikiatrik dan kecemasan dalam sebutan umumnya. Bagi teman-teman yang pernah mengalami atau mengidap penyakit kejiwaan ini dan pernah melakukan konsultasi ke psikiatrik pastilah tau dan tidak asing lagi dengan istilah-istilah tersebut.

Pada kesempatan ini penulis ingin untuk menjelaskannya sedikit banyak tentang salah satu penyakit gangguan kejiwaan dini dari perspektif penderita atau orang pernah mengidapnya. Tentu saja penjelasannya nanti tidak sedetail penjelasan orang yang benar-benar konsen dan punya latar belakang keilmuan yang relevan dengan bidang ini. Hanya upaya untuk sembuhlah yang menjadi alasan kuat kenapa penulis tertarik mencari tau lebih tentang ini.

Thanatophobia secara harafiah berasal dari bahasa Yunani: Thanatos, yang berarti “kematian”, dan phobos, berarti takut. Thanatophobia adalah ketakutan yang intens dan irasional terhadap kematian. Tentu secara umum suatu hal yang wajar apa bila takut mati, namun bagi pengidap thanatophobia menanggapi gangguan kesehatan seperti ini secara berlebihan. Beberapa orang bahkan sangat takut ketika menghadapi kecelakaan sepele atau ketika menderita penyakit tertentu.

Bagi kalangan psikiater, gangguan kecemasan sebenarnya merupakan istilah umum yang melingkupi enam macam gangguan psikis, yaitu generalized anxiety disorder (GAD), serangan panik atau panic attack, obsessive-compulsive disorder (OCD), fobia, social anxiety disorder, dan post-traumatic disorder (PTSD). Cathy Frank M.D., direktur Outpatient Behavioral Health Services di Henry Ford Hospital, menjelaskan bahwa serangan panik, atau panic attack, terjadi secara spontan dan bukan sebagai reaksi dari sebuah situasi yang penuh tekanan (hellosehat.com).

Kecemasan atau anxietas (Inggris, anxiety) berasal dari bahasa Latin, angere, yang berarti tercekik atau tercekat. Gangguan anxietas adalah keadaan tegang yang berlebihan atau tidak pada tempatnya yang ditandai oleh perasaan khawatir, cemas, tidak menentu atau takut. Ciri utama sindrom anxietas terdiri atas meningkatnya keterjagaan, meningkatnya aktivitas simpatetik dan perasaan subjektif ketakutan serta kecemasan. Jenis saraf asendens yang mengandung noradrenalin dan 5-hidroksitriptamin meninervasi lobus limbik dan neokorteks. Antagonis reseptor serotonin (5-HT2) terbukti bersifat anxiolitik. Efek ini didapat dengan menurunkan sensitivitas reseptor 5-HT2. Saraf mengandung gamma-amino butyric acid (GABA) merupakan sistem inhibisi utama di otak. Ia menurunkan aktivitas neuron lain termasuk neuron monoamin (wikipedia.org).

Dalam penjelasan yang sederhana, ketidak seimbangan cairan dalam otak mengakibatkan munculnya perasaan khawatir berlebihan. Konon, asam lambung yang memicu stres atau sebaliknya stres yang memicu asam lambung berkontribusi besar terjadinya ketidak seimbangan cairan di otak yang mengakibatkan menurunya fungsi GABA.

Nah, bagaimana mengatasinya? Ya..tentu saja suatu perkara harus diserahkan pada ahlinya, jika tidak, maka tunggu kehancurannya. Artinya bahwa konsultasi pada psikiater dan psikolog adalah langkah awal paling bisa dipertanggung jawabkan.  Selanjutnya mencegah kambunhya penyakit asam lambung dan stres sembari pengobatan rutin untuk meningkatkan fungsi GABA. Barbiturat dan benzodiazepin merupakan anxiolitik yang poten yang banyak jadi rekomendasi poli psikitrik, di mana Benzodiazepin, bekerja melalui reseptor yang berada di lobus limbik dan neurokorteks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.