Materi Kuliah; Pengantar Rekayasa Perkerasan Jalan

Konstruksi jalan dibuat karena aktivitas pengangkutan merupakan kegiatan dasar manusia. Pada awalnya, konstruksi jalan tanah yang diperkeras dianggap cukup karena beban kendaraan dan arus lalulintas masih ringan. Dengan perkembangan jaman, jalan tanah dinilai tidak memadai karena jalan tersebut mengalami kerusakan. Selanjutnya dipikirkan teknik untuk memberi lapis tambahan di atas permukaan jalan dalam rangka memperkuat daya dukung jalan terhadap beban. Oleh karena lapis tambahan tersebut perlu diperkeras dengan maksud untuk memperkuat daya dukung terhadap beban lalulintas maka disebut perkerasan (pavement). Perkerasan yang dibuat untuk konstruksi jalan disebut perkerasan jalan. Hal tersebut dimaksudkan untuk membedakan dengan perkerasan yang dibuat untuk tujuan lain seperti bandar udara, parkir, dan terminal.

Beban kendaraan akan disalurkan roda ke perkerasan jalan di bawahnya. Sebagian besar beban tersebut didukung lapis perkerasan diatas tanah dasar. Batuan butiran/granular yang disusun dengan baik secara alamiah memiliki sifat saling mengunci sehingga cukup stabil mendukung beban roda sampai ukuran berat tertentu. Namun demikian, jika beban yang bekerja di atas permukaan jalan ternyata meningkat dan melebihi kemampuan sifat saling kunci agregat maka susunan butiran tersebut dapat “lari”. Oleh karena itu maka diperlukan bahan ikat agregat yang menyatukan agregat. Pada umumnya jenis perkerasan jalan dibedakan menurut bahan ikatnya yaitu perkerasan jalan aspal dan perkerasan Jalan semen/beton.

  • Perkerasan jalan aspal adalah perkerasan jalan yang permukaan bagian atasnya menggunakan campuran agregat-aspal. Struktur perkerasan jalan aspal bersifat relatif lentur karena aspal dapat melunak bila suhu meningkat atau dibebani secara terus menerus. Oleh karena itu maka perkerasan jalan aspal sering juga disebut perkerasan lentur.
  • Perkerasan jalan beton/semen adalah perkerasan jalan yang permukaan bagian atasnya menggunakan campuran agregat-semen yang dibentuk menjadi pelat-pelat. Struktur perkerasan jalan beton aspal bersifat relatif kaku karena ikatan kimia antara agregat dan semen menghasilkan struktur komposit yang keras dan kuat. Oleh karena itu maka perkerasan jalan beton sering juga disebut perkerasan kaku.
  • Perkerasan jalan yang menggabungkan konstruksi perkerasan lentur dan perkerasan kaku, yaitu perkerasan komposit. Perkerasan komposit terdiri dari pelat beton yang berfungsi struktural dan lapis tipis campuran beraspal yang berfungsi non struktural. Dengan demikian dalam perkerasan komposit, pelat beton yang mendukung beban lalulintas sedangkan lapis tipis campuran beraspal menyediakan kekesatan dan kerataan permukaan jalan. Jenis perkerasan komposit pada umumnya diterapkan pada perkerasan bandara atau jalan raya yang demandlalulintasnya tinggi dan tuntutan persyaratan kinerjanya tinggi.

Perkerasan jalan dibangun di atas tanah dasar. Lapis perkerasan jalan yang langsung bersentuhan dengan roda kendaraan disebut lapis permukaan (surface course). Lapis permukaan berfungsi struktural dan non struktural. Di antara lapis permukaan dan tanah dasar terdapat lapis antara yang disebut lapis pondasi. Lapis pondasi bermanfaat untuk mendukung struktur perkerasan jalan secara struktural dan sebagai lantai kerja untuk pembuatan konstruksi lapis permukaan. Lantai kerja diperlukan karena pelaksanaan pembuatan konstruksi lapis permukaan melibatkan banyak peralatan berat. Lapis pondasi dapat dibuat satu lapisan dengan jenis bahan yang sarna. Seringkali lapis pondasi juga dibuat menjadi dua lapisan yang berbeda kualitasnya yaitu lapis pondasi atas (LPA) dan lapis pondasi bawah (LPB). Susunan perkerasan akan diuraikan lebih lengkap pada bab-bab berikutnya.

Bahan susun perkerasan terutama berupa agregat, aspal, atau semen. Agregat merupakan komponen pendukung utama terhadap beban lalulintas. Aspal atau semen merupakan bahan ikat butiran agregat yang menjaga agar agregat tidak “lari”pada saat beban kendaraan bekerja. Penggunaan aspal atau semen tidak hanya terbatas penggunaannya untuk lapis permukaan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk LPA, LPB bahkan tanah dasar sebagai bahan stabilisasi.

Perkembangan konstruksi perkerasan yang dikenal dalam peradaban manusia, yaitu sejak jaman Persia-Mesopotamia sampai dengan jaman modern. Secara umum, konstruksi perkerasan yang dilaksanakan di lapangan menggunakan bahan-bahan konvensional yaitu aspal minyak dan agregat yang ditambang langsung di alam. Di masa mendatang, pemanfaatan material inovatif sebagai bahan jalan serta pelaksanaan konstruksi jalan yang ramah lingkungan mulai dipertimbangkan. Beberapa contoh material inovatif yang dapat digunakan sebagai bahan konstruksi jalan adalah tar atau bio-aspal, serat alam, agregat hasil pengolahan limbah, komposit serta smart/advanced material.

Bersambung …

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.