Materi Kuliah; Teknologi Bahan & Konstruksi

Secara harafiah (berdasarkan kata), kata techne dalam bahasa Yunani memiliki arti keterampilan, sedangkan logos berarti ilmu. dengan demikian teknologi secara umum dapat diartikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan keterampilan manusia terhadap sesuatu bahan, alat atau mesin yang diciptakan untuk mempermudah manusia dalam menyelesaikan berbagai macam masalah atau pekerjaan yang terdapat di dunia.

Teknologi Bahan Konstruksi mempelajari materi dan praktek mengenai bahan bangunan untuk menghasilkan bangunan yang kuat, kokoh, serta tahan lama, seperti mempelajari agregat halus, agregat kasar, semen, air, besi, baja, kayu, dan zat-zat lain yang dapat menunjang proses pembangunan. Konstruksi yang merupakan satu kesatuan dari berbagai elemen bahan memerlukan kehandalan (kekuatan) sebagai syarat utama selain syarat ekonomis, kenyamanan dan estetika. Dengan demikian kekuatan suatu konstruksi akan tergantung pada kekuatan material dasar penyusunnya yang dalam hal ini bahan bangunan (material konstruksi).

Material konstruksi atau bahan bangunan itu sendiri memiliki kekuatan atau tidak, keyakan teknis atau tidak akan ditentukan oleh tiga sifat dasar material atau bahan tersebut. tiga sifat dasar tersebut adalah sifat mekanis, sifat fisis (fisika), dan sifat kimia. Sifat Mekanik Menyatakan kemampuan suatu bahan/komponen untuk menerima beban/gaya/energi tanpa menimbulkan kerusakan pada bahan/komponen tersebut. Sifat fisis merujuk pada perubahan benda tanpa membentuk zat baru. Sifat fisis juga dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materinya. Kita bisa mencirikan sifat fisis dari wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan. Sifat kimia adalah perubahan yang dialami suatu benda yang membentuk zat baru. Ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Contoh sifat kimia antara lain mudah terbakar, mudah busuk, mudah meledak , beracun, dan berkarat (korosif). dalam bahasa sederhana sifat kimia berarti sifat yang berhubungan dengan unsur atau senyawa kimia yang yang terkandung dalam butiran terkecil dari suatu material.

Dari ketiga sifat dasar material tersebut, antara satu dengan yang lain memiliki keterkaitan satu sama lain. sebagai contoh kekerasan butiran kerikil atau batuan akan ditandai dengan berat jenis atau massa jenis batuan tersebut, semakin berat atau semakin besar massa jenis batuan maka secara umum akan semakin keras batuan tersebut. Selanjutnya, berat butiran batuan ditentukan oleh senyawa paling dominan yang menyusun butiran batuan tersebut. Contoh, pada batuan olivin yang secara umum senyawanya tersusun dari unsur Magnesium (Mg) Besi (Fe) dan Silikat (Si) misalnya, jika pada satu butiran batuan olivin yang paling banyak mengandung unsur Fe tentu akan lebih berat massa jenisnya dibanding butiran batuan olivin yang didominasi unsur Mg atau Si karena unsur Fe (Ferit) besi merupakan unsur logam yang massa jenisnya lebih bera dari Magnesium atau Silikat.

Sederhananya, mempelajari teknologi bahan dan konstruksi dari elemen terbesar sampai pada elemen terkecil merupakan dasar dari pengetahuan terapan teknik sipil.

Bersambung …!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.