Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi

Surat ini sebenarnya bukanlah catatan asli penulis blog ini, namun mengingat konten dan pesan yang disampaikan serta sifatnya yang terbuka, maka penulis blog ini berinisiatif menyebar luaskan surat terbuka ini dengan berdasarkan beberapa pertimbangan:
1. Membantu si penulis surat agar pesan yang ingin disampaikan mendapat tanggapan dari si tertuju.
2. Isi maupun pesan yang ingin disampaikan si penulis surat, sidikit banyak mempunyai keterkaitan dengan disiplin ilmu dan perhatian saya selama ini yaitu isu sarana dan prasarana transportasi.
3. Bahwa apa yang disamapaikan penulis surat, sebenarnya mewakili beberapa daerah dan beberapa intansi pelayanan yang lain selain bidang kesehatan, pendidikan serta pelayanan umum yang lain.

Untuk itu, dengan segala keterbatasan serta harapan sebesar-besarnya agar ini mendapat perhatian, maka surat ini kami sebarkan melalui blog ini. Berikut kutipan utuh dari surat yang kami peroleh dari akun Line @dakwaislam yang ditulis oleh Sinta Daniawati F, seorang mahasiswa kebidanan FK UNPAD, berikut isi suratnya;

“Surat terbuka untuk bapak Presiden Joko Widodo

1457938686226
Foto Dalam Surat

Assalamualaikum Wr.Wb
Kepada yang terhormat bapak presiden Jokowi.
Saya mengirim surat ini dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada bapak. Bapak sudah sangat menjadi pahlawan untuk saya dan mungkin untuk seluruh masyarakat Indonesia karena telah bersedia menjadi sosok yang bertanggung jawab mengatur negeri indonesia tercinta ini.

Pak, saya seorang mahasiswa kebidanan Universitas Padjadjaran yang hanya sedang mengabdi di desa sumberjaya, kecamatan tegal buleud kabupaten sukabumi provinsi jawa barat bahkan bukan tempat yang sangat jauh dari tempat bapak meneduh.

Saya disini hanya ingin menyampaikan bahwa di jaman yang sudah memiliki berbagai macam alat bertekhnologi tinggi dan kehidupan serba modern ini ternyata ada suatu kehidupan yang sangat mengiris hati. Dimana untuk menjadi sehat pun butuh nyawa untuk dikorbankan.

Pak, pernahkah bapak melihat ibu yang akan melahirkan ada di dalam sehelai sarung dan diangkat menggunakan satu batang bambu? Disini saya menyaksikan dimana ibu yang akan melahirkan diangkat menggunakan tandu dan berjalan melalui jalanan terjal dan tanah merah licin kemudian tidak berhenti sampai sana, ibu tersebut dinaikan ke atas perahu tanpa atap untuk mencapai tempat tujuan demi menyelamatkan calon penerus bangsa.

Pak, tahukah perasaan kami sebagai bidan harus membawa pasien gawat darurat melewati kegawatdruratan sarana dan prasarana di jaman semodern ini? Jika terjadi keterlambatan rujukan, siapa yang harus kami salahkan pak? Bahkan dokter disini pun hanya ad 1 dokter umum. Bagaimana negara ini bisa sehat pak?

Miris hati saya pak, demi tingkatkan kesehatan ibu dan anak bidan desa berani taruhkan nyawa. Tahukah bapak? jangankan untuk mencapai RS, untuk mencapai puskesmas pun butuh waktu 90 menit. Dan jalan yang bukan main, lumpur, bebatuan, bukit adalah rute yang memang biasa kami lalui.

Saya bukan orang yang dilahirkan disini jg bukan org yang mengalami setiap getir kesulitan disini. Tapi 6 bulan saya disini cukup membuat saya banyak menghela nafas sakit. Harus menyaksikan sendiri pengorbanan seorang wanita dan teman seprofesi saya melewati setiap detik dengan tubuh kaku lemas, lidah yang bahkan sudah tak mampu untuk berucap, nafas yang sudah sangat mencekik dan nadi yang bahkan hampir behenti berdenyut melewati setiap ketegangan demi menyelamatkan jabang bayinya.
Tidakah hati bapak teriris? Jika wanita yg diangkat menggunakan sehelai sarung itu adalah bagian dari keluarga bapak

Tidakah hati bapak tersentuh? Jika bidan yang berani taruhkan nyawa itu bahkan tidak meminta jasa tambahan dibandingkan mereka yang hanya duduk manis di ruang ber ac atau bahkan duduk manis melahap sejumlah uang negara yang padahal bisa digunakan untuk membantu sehelai sarung itu menjadi sarana yg lebih layak.
Saya harap bapak bisa memahami setiap bulir kalimat yang saya sampaikan.
Sekali lagi tidak mengurangi rasa hormat saya kepada bapak.

Salam satu Indonesia
Wassalam.

Sinta Daniawati F
Mahasiswa kebidanan FK unpad”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.